Fakultas Kuliah yang Layak Bagi Anda Para Peminat Desain Pakaian

Apa yang anda rencanakan seusai lulus Sekolah Menengah Atas (SMA)? Mau jadi karyawan/karyawati kah? Atau ingin meneruskan kuliah di perguruan tinggi? Bila anda akan meneruskan pembelajaran anda di perguruan tinggi, maka carilah jurusan kuliah yang pantas dengan bakat anda.

Bakat dan ketertarikan pada suatu sektor patut anda kenali dan asah terus. Kuliah tidak sama belajar di sekolah. Keliru memiliki jurusan kuliah, maka yang muncul lama-lama anda memiliki rasa bosan.

Apabila anda memiliki minat di sektor desain, maka anda patut meneruskan edukasi di bangku universitas yang memiliki mata kuliah sejalan dengan kesukaanmu, sejalan dengan kecenderungan dan keahlian anda.

Kuliah sekaligus belajar mendalami apa yang anda suka. Keren bukan? Nah, lantas apa saja sih jurusan kuliah yang selaras untuk penyuka desain pakaian?

Pelajari ulasan tulisan berikut ini!

Jurusan Desain Mode

Jika anda menentukan jurusan desain mode, anda pastinya kian banyak dididik tentang seperti apa cara membuat dan mengembangkan desain busana, aksesori, dan sepatu.

Desain tersebut akan menjadi sebuah trend baru yang diselaraskan melalui trend pakaian dan selera konsumen. Selain itu, anda juga bisa membuka konveksi kaos jakarta sendiri

Jurusan Teknik Fotografi

Fotografi sejatinya sering disebut sebagai teknik mengambil gambar yang bagus dan sesuai.

Sangkut pautnya pada dunia fashion, anda bisa jauh kian mengetahu bagaimana cara meletakkan nila-nilai estetika pada suatu karya seni fashion. Entah itu karya dalam bingkai gambar ataupun karya dalam rupa foto.

Fakultas Desain Komunikasi Visual

Jurusan Desain Komunikasi Visual atau kerap disebut DKV ini berkaitan dalam periklanan.

Tapi dalam dunia mode, jurusan DKV dapat juga mengajarkan anda dalam berbagai bidang kerja yang ada hubungannya dengan sektor kesenian. Salah satunya adalah seni desain mode.

Selesai anda lulus dari jurusan DKV, maka anda boleh meneruskan pekerjaan anda di aspek fashion. Sebagai apa? Yaitu menjadi desainer rubrik gaya busana atau boleh pula menjadi tim kreatif untuk acara fashion show.

Jurusan Artistic Makeup

Make up tidak jarang dinilai suatu perlengkapan yang tidak mungkin dipisahkan bagi gaya hidup perempuan. Apabila anda sangat ahli dalam ber-makeup, dan keahlian ini sudah bukan lagi dianggap suatu kebutuhan tapi sebagai hobi. Anda dapat meneruskan pendidikan di jurusan artistic makeup.

Jurusan artistic make up ini anda nanti mempelajari beberapa hal baru secara menyeluruh di bidang mode.

Anda tidak sebatas dibimbing seperti apa cara memakai makeup selain cara merepresentasikan makeup yang sesuai dengan baju serta sifat pribadi penggunanya.

Jurusan Fashion Merchandising

Fashion tidak hanya erat hubungannya dengan style dan trend. Dilihat dari sudut pandang lain, mode juga bersinggungan dengan bidang ekonomi. Apabila anda suka di bidang gaya busana sekaligus bidang ekonomi, anda dapat ambil jurusan Fashion Merchandising.

Jurusan Fashion Merchandising adalah jurusan yang khusus mempelajari dunia bisnis mode. Seusai lulus dari jurusan ini, anda bisa meneruskan profesi sebagai pemasaran pada perusahaan mode.

Nah, apakah anda sudah memilih jurusan seperti yang cocok dengan hobi dan keahlian anda? Kuliah memang tidak wajib sejalan dengan hobi anda, namun lebih tepatnyanya jika kuliah diselaraskan dengan keahlian apa yang anda kuasai.

Setelah mengulik artikel ini anda boleh mencari-cari di perguruan tinggi mana yang mempunyai fakultas sesuai dengan apa yang anda inginkan. Selamat berpetualang!

Jenis-jenis Screen yang Digunakan Untuk Menyablon Kaos

Apabila anda sedang menghasilkan sablon manual, papan sablon adalah sesuatu yang harus diperlukan dalam salah satu alat perlengkapan konveksi kaos jakarta.

Ada dua sisi pada papan sablon yaitu bagian utama adalah komponen bingkai dan sisi kain screen atau kasa. Di mana bingkai itu dipakai pada papan sablon, bisa berbahan baku dari alumunium atau kayu.

Mengenai gambar dan arah penggunaan meja. Meja yang seringkali dimanfaatkan untuk menghasilkan sablon ke bahan kain secara merata dapat dipecah ke dalam sejumlah kategori. Yakni dimulai dari screen kasar (48 T-90 T), screen sedang (120 T-150 T), sampai meja halus (165 T-200 T).

Huruf T yang disisipkan di depan angka tersebut umumnya disebut dengan Thick yang lalu disingkat T.

Ukuran T pada jagat sablon ini biasanya dimanfaatkan untuk menetapkan tingkat kerapatan dalam anyaman benang-benang screen. Kian besar angka itu, maka semakin rekat juga benangnya.

Nah berikut adalah ringkasan jenis-jenis screen yang digunakan dalam menyablon kaos. Yakni:

Jenis Screen KASAR (48 T- 90 T)

Screen kasar mempunyai rongga pori-pori yang lumayan lebar. Sebagian besar pori-pori yang lebar ini bisa mengirimkan tinta pada kuantitas yang lumayan banyak dan tebal.

Terdapat macam-macam standar screen kasar yang layak dipakai pada beragam kain yaitu :

  1. Screen 48 T – 55 T digunakan untuk mencetak sablon pada handuk, sprey, karung, dan selimut.
  2. Screen 62 T digunakan untuk mencetak sablon melalui gambar-gambar 3D seperti lem stiker serta baju.
  3. Screen 77 T dimanfaatkanuntuk memproduksi sablon ke media kaos dan sablon spanduk.
  4. Screen 90 T digunakan untuk mencetak sablon 3D dengan motif halus, kaca, serta komposisi tekstil.

Papan sablon berukuran tidak kecil dan tidak besar umumnya memiliki lubang pori-pori yang agak rapat. Screen dengan ukuran normal ini biasanya digunakan untuk mencetak sablon kain berbahan atau kaos yang tidak terlalu meresap cat. Contohnya yaitu semisal kertas, stiker, karton, kulit imitasi halus.

Adapun beberapa tipe screen sedang sesuai fungsinya adalah :

  1. Screen 120 T digunakan untuk membuat sablon khusus kertas karton, kayu, kulit imitasi, dan logam halus.
  2. Screen 150 T digunakan untuk menghasilkan mencetak sablon pada kertas, imitasi dan mika.

Jenis Screen Halus (165 T-200 T)

Pada umumnya meja sablon halus memiliki lubang pori-pori yang terlalu kecil dibanding dengan tipe meja sablon yang telah dipaparkan di atas. Pori-porinya yang amat kecil tersebut faktanya juga lumayan rapat sehingga papan sablon ini cuma bisa digunakan untuk menyalurkan tinta dalam kuantitas tidak banyak.

Misal jenis-jenis dari meja sablon halus ada tiga golongan yaitu :

  1. Screen T 165 digunakan untuk mencetak sablon khusus kertas dengan daya serap yang rendah. Screen T I65 ini dapat dimanfaatkan pada sablon plastik, logam serta kaca.
  2. Screen T 180 dimanfaatkan untuk mencetak sablon pada media plastik dan komposisi lainnya memiliki permukaan halus.
  3. Screen T 200 digunakan untuk mencetak sablon pada media kaca dengan teknik

Ringkasan tersebut yakni menyinggung jenis-jenis screen untuk membuat sablon. Ada meja sablon yang biasa dipakai dalam komposisi yang sejenis logam, kaca, plastik, kertas kayu dan sebagainya.

Akan tetapi jika anda akan memakai papan sablon untuk menghasilkan sablon, pilihlah papan sablon yang telah diulas tadi dengan cermat supaya sejalan dengan keinginan anda.

Sejarah Sablon Kaos

Di masa kini, teknik cetak atau sablon sudah semakin dibutuhkan masyarakat. Kebanyakan produk rumah tangga memakai teknik cetak atau sablon dalam proses pembuatannya. Jika Anda tidak percaya, coba saja lihat bungkus cemilan yang sering Anda makan.

Atau coba Anda perhatikan cover majalah atau buku yang anda punya. Atau coba Anda perhatikan sablonan pada kaos yang sedang Anda gunakan. Semuanya menggunakan teknik cetak atau print biar terlihat lebih keren dan menawan untuk digunakan.

Asal Usul Teknik Cetak Saring atau Sablon

Teknik gesut atau sablon pertama kali ditemukan di China, pada era Dinasti Song (960 – 1279 M). Kemudian teknik tersebut menjalar pada beberapa negara Asia seperti Jepang, Taiwan dan Korea.

Kemudian negara tersebut mulai meniru metode print baju t-shirt ini dan mengeksplorasinya dengan memadukannya dengan menggunakan teknik sablon atau cetak lainnya. Konveksi kaos jakarta.

Perlahan namun pasti, teknik sablon mulai mendunia dan dikenalkan ke negara-negara Eropa Barat setelah beranjak dari Asia pada akhir tahun 1700an. Namun, pada awalnya Teknik sablon atau cetak saring tidak mendapat respon yang baik di sana.

Namun akhirnya sablon untuk kain tekstil akhirnya menjadi terbiasa semenjak bahan sutera mulai banyak dipakai di pasaran. Teknik cetak saring atau sablon tersebut digunakan untuk membikin pernak pernik pada kain sutera.

Masuk ke Ranah Komersil

Waktu pun terus berjalan. Teknik sablon pun akhirnya menjadi paten di Inggris oleh Samuel Simon pada awal abad 20. Awalnya, teknik cetak saring dipakai sebagai cara untuk memberi dekorasi pada kertas dinding (wallpaper), pencetakan sprei, sutra, atau materi kain lainnya yang berkualitas tinggi.

Namun akhirnya penyablonan merambah ke berbagai bahan, termasuk sablon kaos, sablon poster dan sablon pada media lainnya.

Metode Sablon dalam Dunia Seni

Selain sebagai alat solutif komersial, teknik sablon pun menjadi salah satu media berpengaruh di ranah seni rupa. Dalam dunia teknologi industri, teknik penyablonan dimodifikasi oleh para pekerja seni sebagai sebuah solusi atas bahan baku produksi cetak konvensional yang mahal.

Teknik sablon ini pun menjadi solusi praktis dan terjangkau untuk melakukan produksi karya seni secara berkali-kali.

Kemudian di era 30an, sekumpulan seniman cetak saring di Britania membentuk suatu perkumpulan dengan nama Perkumpulan Serigrafi Nasional (National Serigraphic Society), yang awalnya masyhur dengan nama Serigrafi pada tahun 1930.

Kata Serigrafi itu sendiri berasal dari gabungan bahasa Latin, yaitu ‘Seri’ (sutra), dengan bahasa Yunani ‘Graphein’ (menulis atau menggambar). Perkumpulan tersebut dibuat untuk mengklasifikasi antara pekerja seni yang berkarya di bidang seni dengan memakai penyablonan, dengan mereka yang memang bergerak di bidang sablon untuk kepentingan ekonomi.

Seorang pekerja seni termasyhur bernama Andy Warhol adalah salah satu nama yang memiliki andil besar dalam mengenalkan teknik penyablonan yang bersinggungan dengan istilah serigrafi tersebut.

Warhol sangat dikenal dengan karyanya pada tahun 1962, yaitu lukisan bergambar Marilyn Monroe yang dicetak dengan memakai warna – warna yang mencolok. Pada era itu, Warhol pun mempopulerkan aliran seni visual baru gubahannya sendiri, yang kini dikenal dengan istilah Seni Pop.

Sekarang, teknik cetak atau sablon menjadi terkenal, baik pada dunia seni, maupun pencetakan berbasis bisnis. Tak jarang, teknik sablon ini digunakan untuk mencetak gambar pada kaos, topi, CD, keramik, polypropile, kertas, kulit, kayu, dan berbagai bahan lainnya.

Perkembangan Teknologi Cetak Saring pada Kaos

Pada tahun 60an, seorang pengusaha sekaligus pelaku seni dari negeri paman sam bernama Michael Vasilantone, mengembangkan suatu mesin sablon dengan model rotary agar bisa mencetak beberapa warna serta mengajukan patennya.

Alat cetak saring tersebut pada awalnya diproduksi untuk mencetak simbol dan identitas pada t-shirt pada tim bowling. Namun kemudian fungsinya dieksplorasi lebih dalam lagi sehingga akhirnya menjadi salah satu solusi baru dalam mencetak sablon pada media t-shirt.

Paten yang diajukan oleh Vasilantone tidak mengabiskan waktu yang lama. Dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun saja, mesin cetak saring model rotary ala Vasilantone ini akhirnya dipakai oleh berbagai pengusaha pakaian di Amrik. Selain itu, mesin sablon baju t-shirt tersebut pun menjadi salah satu mesin paling masyhur pada dunia industri penyablonan hingga kini.

Kemudian di era 60an Vasilantone mematenkan mesin sablon kaos rotary-nya untuk status paten tingkat dunia. Hak paten dunia pun muncul atas namanya dengan nomor 3.427.964 pada tanggal 18 Februari 1969. Saat ini, lebih dari 50% agenda pencetakan teknik sablon t-shirt di Amerika dan seluruh dunia memakai teknik sablon baju kaos dengan metode rotary ala Vasilantone.

Kemudian pada dekade berikutnya, seorang pebisnis sekaligus pelaku seni bernama Marc Tartaglia Jr. and Michael Tartaglia berhasil membuat teknik peralatan sablon kaos yang didaftarkan hak patennya.

Mereka mematenkan sebuah sistem sablon separasi yang dapat membuat desain full color bisa diproduksi dan diaplikasikan pada beberapa bahan dengan melalui media saringan yang terbuat dari benang.

Hingga kini, teknologi cetak saring sudah sangat umum digunakan dalam berbagai industri pakaian yang volume produksinya tinggi seperti kaos, sweater, raglan, pamflet dan display untuk kebutuhan iklan lainnya. Biasanya, untuk sablon dengan hasil full warna kerap dibuat dengan teknik warna CMYK.

Sekilas Mengenal Sablon Kaos

Bagi Anda yang sering berurusan dengan teknik sablon kaos pasti sudah tak asing lagi dengan istilah sablon rubber. Rubber adalah bahan yang paling banyak digunakan para konveksi kaos jakarta.

Tapi mungkin sebagian besar dari kita belum mengetahui secara detil tentang seluk beluk tinta sablon rubber. Berikut kami rangkum tentang tinta sablon rubber secara lengkap.

1. Sablon Rubber Punya Banyak Nama

Bagi beberapa tukang sablon , terutama yang berada di daerah Jawa Barat, tinta rubber ini akrab disebut dengan tinta GL. Beberapa tukang sablon juga kerap memanggilnya cat GL, karet GL, pasta, dan lain sebagainya.

Secara umum, tidak ada yang berbeda dengan yang lainnya. Sama-sama berkomposisi karet. Hanya mungkin kemampuan tiap peracik dalam meracik yang berbeda-beda membuatnya menjadi sedikit punya ciri khas antara produk supplier satu dengan yang lain.

2. Sablon Rubber Dilahirkan Untuk Menemani Kaos

Siapa sih gesuters di dunia ini yang tidak kenal tinta sablon rubber? Hampir semua penggiat sablon kaos dari Artik sampai Antartika pasti pernah menggunakan tinta ini.

Selain cenderung lebih awet dan elastis, tinta sablon rubber juga paling fleksibel dan paling sederhana dalam pembuatannya. Sablon rubber dikenal tidak membutuhkan banyak peralatan dan paling efektif untuk proses produksi kaos dengan desain standar.

3. Bahan Utama Sablon Rubber

Seperti namanya, tinta sablon rubber terbuat dari bahan utama karet (rubber). Dengan hasil pencampuran sedemikian rupa, jadilah tinta sablon rubber yang lazim digunakan oleh berbagai penyedia jasa sablon kaos di seantero Indonesia bahkan dunia.

Karena terbuat dari karet, jenis tinta sablon ini karakternya menutup serat kain dan timbul. Tinta cat rubber kaos ini menghasilkan karakter sablon kaos yang elastis.

4. Sablon Rubber Berbasis air

Tinta sablon rubber yang pasti pernah digunakan oleh hampir semua sabloners yang ada ini ternyata berbasis air. Istilah kerennya lebih sering disebut dengan water based.

Artinya tinta sablon rubber ini ber karakter menyatu dengan air dan mampu diolah dengan campuran air. Air berguna sebagai pembersih dari sisa tinta sablon rubber yang menempel pada screen .

Berbeda dengan tinta plastisol yang berbasis minyak, yang berarti tinta tersebut membutuhkan zat minyak sebagai pembersih. Selain digunakan untuk pembersih, air dalam kadar yang sedikit juga kerap diandalkan untuk mengurangi tingkat warna pada tinta rubber.

5. Sablon Rubber Bisa Digunakan pada Kain Gelap

Selain bahannya yang elastis, tinta sablon rubber ini juga ampuh menutup permukaan tekstil yang berwarna gelap bahkan hitam sekalipun. Inilah salah satu alasan kenapa sablon rubber paling sering digunakan dibanding tinta sablon lain.

Untuk sablon kaos gelap, dibutuhkan white base atau rubber berwarna putih murni. White base berfungsi untuk menutup atau melapis di atas lapisan serat kain sehingga warna selanjutnya bisa timbul di atasnya.

Membutuhkan skill dan pengalaman khusus untuk dapat mengaduk tinta agar sesuai dengan kelenturan bahan baju kaos yang hendak disablon supaya hasil sablon tahan lebih lama. Cara ini juga yang dipakai oleh tinta putih printer dtg untuk print sablon kaos warna gelap dengan dtg .

6. Beda peracik Beda Hasil

Saking populernya dan saking tingginya demand tinta sablon rubber, banyak pula toko cat tinta sablon kaos yang meracik dan menjual tinta sablon rubber. Namun sayangnya, tak semua supplier berhasil menyajikan produk yang sesuai dengan kebutuhan sabloners.

Alhasil, perbedaan kualitas sablon pun terjadi. Ada yang karakternya tipis tapi menutup, ada pula yang tebal tapi kurang elastis. Ada juga yang komposisi karetnya di bawah standar sehingga hasil sablonan mudah luntur atau retak.

Dari sini, perlu kemampuan khusus untuk mengetahui karakter masing-masing produk. Namun Anda tak perlu khawatir. Kini sudah mulai tersebar berbagai merk tinta rubber yang populer dan sudah terjamin kualitasnya. Sebut saja matsui, wilflex atau quaret.