Di Pemilu 2019, Setya Novanto Bidik 120 Kursi DPR

Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov), membidik Golkar juga akan memperoleh 120 kursi di DPR pada Pemilu 2019, oleh karenanya dianya memohon pada semua pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) supaya memakai saat tiga th. ke depan lakukan konsolidasi organisasi dan mempersiapkan tiga agenda besar politik nasional.

” Hadapi agenda yang demikian padat, sesaat saat yang ada tidak demikian lama jadi dalam 100 hari kerja saya, lakukan konsolidasi organisasi dan rekonsiliasi dari pusat hingga ke tingkat I serta tingkat II, ” kata Setya Novanto, dalam info tertulisnya, di Jakarta, Jumat (17/7).

Menurutnya, konsolidasi organisasi begitu perlu mengingat agenda politik telah dimuka mata, yaitu Pilkada 2017 serta 2018 dan pileg ataupun Pilpres 2019.

Diterangkan, DPP Partai Golkar sendiri membidik pencapaian pada pemilu legislatif 2019 sekurang-kurangnya 20 % nada atau sama dengan 120 kursi di DPR.

” Saat ini kursi Golkar di DPR baru 91 kursi, bermakna masih tetap kurang 19 kursi DPR sekali lagi. Kita juga akan bekerja lebih keras sekali lagi supaya pencapaian kursi jadi bertambah, ” ujarnya

Setnov optimis tujuan 20 % ini juga akan terwujud. Tetapi prasyaratnya, Partai Golkar mesti solid serta kuat, terlebih dalam rencana wujudkan konsolidasi organisasi serta lakukan percepatan akselerasi program.

” Nada Golkar yaitu nada rakyat. Jadi semuanya program partai Golkar ke depan mesti diarahkan untuk kebutuhan rakyat, ” kata Setnov.

Selanjutnya ditegaskan, momentum konsolidasi ini dipakai untuk kembalikan semua potensi yang dipunyai partai Golkar. ” Mari kita sapa kembali kader-kader yang dahulu membesarkan Golkar, mari kita ajak kembali sesepuh Golkar supaya bersama membuat partai ini jadi lebih kuat sekali lagi, ” ucapnya.

Dalam peluang itu, Setnov juga mengapresiasi acara pengukuhan pengurus DPD Partai Golkar Jateng yang ambil tempat di Desa Nelayan Tambak Lorok. Mengingat selama ini, perhatian pemerintah pada desa nelayan ini hampir belumlah ada.

Untuk melakukan perbaikan infrastruktur di desa nelayan ini, Partai Golkar sendiri menyumbang sebesar Rp200 juta. Sejumlah Rp 50 juta datang dari kantong pribadi Setya, sedang bekasnya datang dari sumbangan anggota DPR Fraksi Partai Golkar.

Leave a Reply