Cuma Tanya Kepada Jual Bibit Dan Pohon Spathodea

Cuma Tanya Kepada Jual Bibit Dan Pohon Spathodea

Cuma Tanya Kepada Jual Bibit Dan Pohon Spathodea

Suatu ketika datanglah seorang laki laki yang wajahnya tampak asing di desa itu, dia sepertinya bukanlah orang yang dari sini saja melihat dari raut wajahnya dan kebingungannya. Dia semakin mencurigakan bagi penduduk desa karena hanya diam dan melihat lihat saja di sekelilingnya saja tanpa ada sutau katapun yang terucap dari mulutnya. Ini semakin membuat warga cukup curiga dan kembali melihat lagi ke arahnya tentang apa yang akan terjadi kepada dirinya hari ini. setiap kali waktu dia tampak seperti memperhatikan sesuatu pada satu rumah dan tampak sedang mencari Sesutu. Dia juga tampak memberhentikan langkah kakinya di depan rumah seorang yakni Johan yang mana ada beberapa Pohon Spathodea nya. Tetapi Johan memang jual bibit dan Pohon Spathodea di rumahnya itu meskipun demikian Johan juga tidak sedang berada dirumah.

Kondisi yang seperti itulah yang membuatnya tampak kebingungan dan mencari jalan untuk bisa bertemu dengan orang yang jual bibit dan Pohon Spathodea. Maka istri Johan Susanti tampak keluar dari rumah meski dalam konidisi agak takut dia memberanikan diri untuk bertanya kepada orang asing itu sebenarnya dia siapa dan bertujuan untuk apa datang kerumahnya itu. dengan menghadapi waktu yang tidak biasa, Suasanti menghadapi ornag itu dengan kondisi agak tegang dan ternyata pria itu adalah Galang Mahendra teman suaminya yang baru saja pulang dari luar negeri. Dia sempat bertanya – Tanya kepada Johan melalui face book alam rumah Johan, dan dikasih tahu alamat dan cirri – cirri rumahnya, makanya kata Galang dia bingung sekali mau Tanya kepada orang warga tapi warga sekitarnya tadi tampak melihat ketakutan. Karena hanya mendapatkan cirri – cirri rumahnya itu adalah ada yang jual bibit dan Pohon Spathodea maka Galang langsung tertuju pada rumah itu.

Galang kemudian juga meminta maaf karena telah meresahkan warga sekitar. Sampai- sampai warga berkumpul di depan rumah johan yang jual bibit dan Pohon Spathodea itu. karena demikian hal nya maka warga tampak semringah karena tidak dalam waktu lama si Johan datang katanya dari membeli pupuk di toko. Johan langsung mengenali si tamu dari luar negeri itu yang membuat warga sempat khawatir dan curiga dengan ada yang tahu. Semakin sekian lama semakin sudah ada yang tahu dengan Johan sendiri tampak akrab dengannya akrena mereka sempat satu kelas waktu di bangku kuliahan dulu. Bahkan mereka berdua menjalin bersahabatan yang cukup erat sewaktu masih sama – sama bujang dahulu. Dan kini mereka akan terus bersahabat sampai nanti.

Leave a Reply