Hal – hal yang sangat mengganggu kesehatan

Hal – hal yang sangat mengganggu kesehatan

Hal - hal yang sangat mengganggu kesehatan

Merokok yaitu satu diantara rutinitas sekurang-kurangnya sehat diluar sana. Rutinitas ini perlahan memudar di Amerika Serikat. Buktinya, orang Amerika dewasa yang merokok sudah alami penurunan dari 42 % di th. 1965 jadi 15 % pada th. 2015.

Tetapi, ada beberapa aspek resiko beda yang bisa menukar peranan rokok jadi “pembunuh”, seperti pola hidup orang-orang yg tidak baik. Berikut lima aspek resiko yang sama “mematikan”nya dengan merokok.

Alur Makan yang buruk

Banyak bukti sudah temukan kalau makanan olahan manis serta yang memiliki kandungan lemak jemu tinggi bisa mengakibatkan seorang terserang penyakit yang lebih kurang sama fatalnya dengan karena merokok.

Pada th. 2016, peneliti yang pelajari resiko kematian karena alur makan yang jelek menyimpulkan kalau tingkat kematian yang diakibatkan bisa lebih dari potensi dari alkohol, narkoba, hubungan sex tanpa ada kondom, serta tembakau.

Berjemur

Berjemur didalam ruang mungkin saja dipandang lebih termonitor. Tetapi nyatanya, berjemur didalam ataupun diluar ruang punya potensi lebih beresiko dari pada merokok.

Pada th. 2014, peneliti mempublikasikan satu riset di JAMA, yang temukan kalau berjemur dalam ruang sendirian bisa mengakibatkan semakin banyak masalah kanker kulit, dari pada potensi merokok pada kanker paru-paru.

” Mengingat banyak masalah kanker kulit yang dikarenakan oleh berjemur dalam ruang, temuan ini menyoroti problem kesehatan orang-orang yang paling utama, ” beberapa peneliti menulis.

Duduk

Satu studi th. 2014 temukan kalau duduk selama seharian bisa tingkatkan resiko timbulnya beragam type kanker.

Dari empat juta orang yang di teliti tentang seberapa seringkali mereka duduk untuk melihat TV, bekerja, serta demikian sebaliknya, hasil tunjukkan kalau tiap-tiap dua jam saat duduk bisa tingkatkan resiko kanker usus, endometrium, serta paru-paru, lepas dari apakah mereka masih tetap olahraga atau tidak sehari-harinya.

Kurang Tidur

The Centers for Disease Control and Prevention mengatakan kalau kurang tidur adalah problem kesehatan yang sudah ramai di orang-orang. Sekitaran 50 hingga 70 juta orang di Amerika Serikat jadi “korban”nya.

Pada th. 2015, Profesor Valery Gafarov dari World Health Organization mencatat kalau kurang tidur tingkatkan resiko stroke serta serangan jantung ke tingkat yang sama dengan pemakaian rokok umum.

” Kurang tidur mesti diperhitungkan jadi aspek resiko yang bisa mengakibatkan penyakit kardiovaskular, berbarengan dengan merokok, kurang berolahraga, serta alur makan yang jelek, ” tuturnya.

Kesendirian

Perkembangan sosial media serta menyusutnya kontak segera dengan orang yang lain sudah buat bekas pakar bedah umum, Vivek Murthy, menjuluki “kesepian” jadi satu epidemi di semua dunia. Bahkan juga, kesepian dipandang mematikan.

Dalam penelitiannya, Julianne Holt-Lunstad, seseorang profesor psikologi di Brigham Young University, temukan kalau kesepian bisa kurangi rentang kehidupan manusia, yang sama dengan menggunakan 15 batang rokok satu hari.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.