Begini Cara Ekspor Ikan Laut

Ketentuan keamanan pangan atau food safety merupakan syarat perlu bagi tiap-tiap produk perikanan yang akan masuk pasar ekspor.
Untuk meminimalkan ongkos risk assessment, dapat dijalankan kerjasama antar beragam lembaga dan institusi terkait. Untuk produk perikanan, risk assessment dapat dijalankan bersama asosiasi, perguruan tinggi serta lembaga yang berkompeten seperti Kementerian Perindustrian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta para stakeholder perikanan.

Berikut izin Ekspor Ikan Hidup
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP.08/MEN/2004
Tentang Tata Cara Impor Ikan Jenis atau Varietas Baru ke Dalam Wilayah Republik Indonesia.

Pasal 8 ayat 3 “ Pengeluaran benih ikan dan induk ikan berasal dari wilayah negara Republik Indonesia dapat dijalankan oleh perorangan dan/atau badan hukum yang tel;ah miliki IUP di bidang pembudidayaan ikan dan Rekomendasi Pengeluaran Benih Ikan dan/atau Induk Ikan berasal dari Direktur atau pejabat yang ditunjuk”.

Sistem Manajemen Pangan Untuk Ekpor Ikan Olahan

Seiring bersama perkembangan kemajuan industri pangan, banyak ditemui kasus yang berkenaan bersama “food borne illness” atau penyakit yang disebabkan sebab makanan. Masalah pangan diantisipasi bersama metode yang disebut disebut HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Points), Anda juga dapat dengan mudah mendapatkan ikan laut yang segar segera kunjungi Produsen Ikan Laut

– HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Points)

HACCP adalah suatu proses jaminan mutu yang mendasarkan kepada kesadaran atau penghayatan bahwa hazard (bahaya) dapat timbul terhadap beragam titik atau langkah produksi spesifik tapi dapat dijalankan pengendalian untuk mengontrol bahaya-bahaya tersebut. Atau dimanakah letak bahaya berasal dari makanan atau minuman yang dihailkan oleh suatu industri, serta laksanakan evaluasi apakah seluruh proses yang dijalankan adalah proses yang aman, dan bagaimana kami mengendalikan ancaman bahaya yang mungkin timbul.

Negara-negara mitra usaha Indonesia telah merubah regulasi mereka untuk implentasi HACCP
Dengan Penerapan HACCP di dalam organisasi atau perusahaan kamu di mengharapkan proses kamu akan lebih terjamin dan perusahaan meraih manfaatnya, seperti :
Menjamin keamanan pangan
Memproduksi produk pangan yang safe tiap-tiap saat.
Memberikan bukti proses produksi dan penganganan aproduk yang aman.
Memberikan rasa percaya diri terhadap produsen akan jaminan keamanannya.
Memberikan kepuasan terhadap pelanggan akan konformitasnya terhadap standar nasional maupun internasional.
Mencegah kasus keracunan pangan, sebab di dalam penerapan proses HACCP bahaya-bahaya dapat diidentifikasi secara dini, juga bagaimana tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangannya.
Mencegah / kurangi terjadinya kerusakkan produksi atau ketidakamanan pangan, yang tidak enteng bila hanya dijalankan terhadap proses pengujian akhir produk saja.
Dengan berkembangnya HACCP jadi standar internasional dan kriteria mesti pemerintah, memberi tambahan produk miliki nilai kompetitif di pasar global.
Memberikan efisiensi manajemen keamanan pangan, sebab sistemnya sistematik dan enteng dipelajari, sehingga dapat diterapkan terhadap seluruh tingkat usaha pangan.
Konsultan HACCP

-Menentukan titik atau langkah prosedur operasional yang dapat dikendalikan untuk menghalau bahaya atau kurangi mungkin terjadinya bahaya tersebut. CCP artinya tiap-tiap tahapan di dalam produksi pangan dan/atau pabrik yang meliputi sejak bahan baku yang diterima, dan/atau diproduksi, panen, diangkut, formulasi, diolah, disimpan dan lain sebagainya.

-Menetapkan batas kronis yang mesti dicapai untuk menjamin bahwa CCP berada di dalam kendali.

-Menetapkan proses pemantauan pengendalian (monitoring) berasal dari CCP bersama langkah pengujian atau pengamatan.

-Menetapkan tindakan perbaikan yang dijalankan terkecuali hasil pemantauan menunjukan bahwa CCP spesifik tidak terkendali.

-Menetapkan prosedur verifikasi yang mencakup berasal dari pengujian tambahan dan prosedur penyesuaian yang memperlihatkan bahwa proses HACCP berlangsung efektif.

-Mengembangkan dokumentasi perihal seluruh prosedur dan pencatatan yang pas untuk prinsip-prinsip ini dan penerapannya.

Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) menjamin berasal dari aspek keamanannya sedang ISO 9001 lebih fokus di dalam menjamin mutu produk. Dengan mengaplikasikan HACCP bersama ISO 9001 quality management system membuahkan proses yang lebih efektif daripada hanya memanfaatkan HACCP atau ISO 9001 secara sendiri-sendiri. Hal ini juga punya tujuan untuk meningkatkan kepuasan kastemer dan melakukan perbaikan keefektifan di dalam pengorganisasiannya.

Berdasarkan keperluan ini, dunia internasional sepakat untuk menerbitkan satu proses baru. ISO 22000 adalah perbaruan berasal dari standar ISO 9000 : 9001 dan mengkombinasikan antara standar ISO 9000 : 9001 bersama rencana HACCP ke di dalam satu standar.

Petunjuk Alur Pengajuan ekspor Impor

Terdapat dua urutan pengajuan yang dijelaskan terhadap arahan pelaksanaan tersebut, yakni urutan pengajuan penerbitan izin pemasukan ikan hidup ke di dalam wilayah Republik Indonesia dan Alur pengajuan penerbitan saran pengeluaran ikan hidup ke luar wilayah Indonesia. Dalam bagan urutan selanjutnya dapat diamati secara garis besar langkah awal hingga bersama langkah akhir proses yang mesti dijalankan untuk mengurus surat saran tersebut. Anda pun bisa melakukan pemesanan lhoo pada Supplier Ikan Ekspor

Setelah pelaku usaha laksanakan realisasi pengeluaran ikan, pelaku usaha selanjutnya diwajibkan untuk memberikan laporan pasca pengeluaran kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya bersama sertakan fotocopi dokumen ekspor.

Berbeda bersama Pengajuan Penerbitan Rekomendasi Pengeluaran Ke Luar Wilayah Republik Indonesia, terhadap Pengajuan Penerbitan Izin Pemasukan Ikan Hidup ke di dalam Wilayah Republik Indonesia terkandung dua ketentuan untuk jumlah waktu yang dibutuhkan di dalam proses pembuatan surat rekomendasi, ketentuan pertama bila pemasukannya bersama dokumen yang lengkap dan hanya dibutuhkan saran tekhnis berasal dari eselon II berkenaan komoditas adalah 5 (lima) hari kerja, dan ketentuan ke-2 bila pemasukannya bersama dokumen lengkap tapi masih perlu saran tekhnis berasal dari Tim Rekomendasi pemasukan berkenaan komoditas dibutuhkan waktu 10 (sepuluh) hari kerja, sebab dibutuhkan waktu untuk dijalankan sidang atau jajak pendapat berkenaan bersama komoditas yang akan dimasukan.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.