Hutan Asmara, Wisata Misteri di Belitung

Menikmati liburan panjang dengan melakukan perjalanan ke Pulau Lengkuas akan sangat menarik. Banyak lokasi yang bisa di kunjungi para traveler semua hanya dalam waktu cukup singkat. Fakta yang sangat menarik, keindahan Belitung bukan hanya formasi pantai yang sangat luas, tetapi terdapat salah satu tempat yang konon penuh misteri. Sebut saja Hutan Asmara, sebuah jejak misterius yang belum terkuak.

Pulau Lengkuas adalah salah satu pantai yang mempunyai karakteristik berbeda dari pantai-pantai yang ada di Indonesia. Salah satu ciri khasnya adalah bangunan peninggalan sejarah jaman Belanda berupa mercusuar yang masih berdiri kokoh. Di bangunan ini pengunjung bisa menjajaki kaki mulai dari lantai satu sampai dengan lantai duapuluh.

Hutan Asmara Belitung

Namun, berdasarkan informasi dari detikTravel beserta rombongan Laskar Gerhana pada saat mereka berada di sana sekitar dua hari yakni Rabu (9/3/2016) menemukan Hutan Asmara tersebut yang letaknya berada di belakang pulau. Alih-alih dari namanya yang cukup nyeleneh, ternyata tidak banyak yang tahu tentang hutan ini.

Tidak diketahui siapa orang pertama yang memberikan nama Hutan Asmara tersebut, dan apa alasannya. Tentu saja ada sebab ada akibat, tidak ada asap jika tidak ada api. Sepertinya ada misteri tersendiri dibalik nama Hutan Asmara. Seperti salah satu rombongan dari Laskar Gerhana bernama Darwance yang menyebutkan bahwa dirinya juga baru mengetahui hutan itu pada kala itu. Padahal, Darwance sendiri sudah cukup sering mengunjungi pulau Lengkuas.

Baca Juga :

Gunung Tajam, Miliki Puncak Tertinggi di Belitung

“Wah, saya juga baru tahu. Kemarin-kemarin belum ada,” kata Darwance.
Selain Darwance, traveler lain asal Bangka bernama Fini ikut serta memberikan sedikit gambaran tentang informasi atas nama Hutan Asmara. Katanya (Fini), penamaan hutan tersebut tergolong masih baru. Hal itu ia ketahui dari warga setempat.

“Sempet nanya sama warga di sini, katanya itu pun baru dinamain,” ujar Fini.

Berdasarkan kelanjutan cerita Fini yang di kabarkan dari salah satu rekannya, rumor yang beredar menyampaikan bahwa dulunya lokasi tersebut dijadikan pembuangan jasad pada zaman Belanda. Dahulunya, Pulau Lengkuas memang menjadi daerah kekuasaan Belanda. Salah satu buktinya adalah berdirinya Mercusuar L. I. Enthoven.

“Ada yang cerita bahwa dulu zaman Belanda, di situ tempat pembuangan jasad pembunuhan,” imbuh Fini.

Hutan yang terletak di belakang Mercusuar tersebut memang terlihat sunyi. Suasana yang cukup mencekam dan membuat bulu kuduk berdiri sangat berlawanan dengan suasana ramai di pantainya. Ketika berada di area pantai, pengunjung asyik menikmati snorkling dan aktivitas lainnya.

Hutan Asmara memang tidak terlalu luas, tetapi tumbuhan disana sangat lebat dan rimbun. Sampai saat ini, hutan tersebut menjadi lokasi wisata yang mungkin bisa di katakan penuh misteri.

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.