Inilah Perbandingan Semen Perekat Mortar dan Semen Biasa untuk Bata Ringan

 

perekat bata ringan

 

Belakangan ini penggunaan bata ringan semakin banyak digunakan. Kebanyakan dari mereka yang memilih bata ringan karena alasan kondisi cuaca yang memang tidak menentu. Penggunaan bata ringan membutuhkan waktu pengaplikasian yang lebih singkat dibandingkan dengan batu bata merah. Dengan cara ini, cukup lumayan menghemat waktu dan biaya.

Faktor lainnya adalah batu bata ringan berukuran lebih besar dibanding batu bata merah. Tidak heran jika pengerjaannya pun lebih cepat karena tidak memerlukan waktu lama untuk menyusun beberapa bata ringan supaya membentuk rumah. Sementara ukuran batu bata merah lebih kecil sehingga waktu yang dibutuhkan terbilang lebih lama.

Sebenarnya untuk biaya yang dikeluarkan sendiri memang bisa lebih murah batu bata ringan. Terutama jika dilihat dari segi waktu dan ongkos pemasangan. Akan tetapi banyak yang menggagap menggunakan bata ringan lebih mahal karena menggunakan semen mortar.

Di antara Anda mungkin sudah tahu jika perekat bata  menggunakan semen mortar. Semen mortar sendiri merupakan semen khusus yang dipakai sebagai  bata ringan. Semen jenis ini pun memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan semen biasa. Salah satunya adalah Anda tidak perlu mencampurnya dengan pasir, karena bisa langsung digunakan untuk merekatkan bata ringan.

Sementara untuk cara penggunannya sendiri terbilang lebih mudah, karena Anda hanya perlu semen mortar tinggal dicampur dengan air biasa saja. Setelah itu, langsung siap digunakan tanpa pencampuran bahan apapun lagi.

Meski begitu, jika dilihat dari harga per sak-nya memang semen biasa jauh lebih murah dibandingkan semen mortar. Bahkan bisa dua kali lipatnya. Hal ini karena keefisienan yang ditawarkan oleh semen mortar dan tentunya dengan kualitas yang bagus pula. Untuk lebih jelasnya, berikut ini kelebihan semen mortar:

Mudah digunakan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, semen mortar memang sangat mudah digunakan. Anda hanya perlu mencampurnya dengan air. Tidak perlu lagi pasir. Tidak hanya menghemat waktu, semen mortar pun menghemat tenaga.

Daya rekat lebih baik

Meski semen biasa mendapatkan campuran dari pasir, namun sebagai perekat bata ringan , semen mortar memang yang terbaik. Kualitas perekatnya tidak perlu diragukan lagi. Meski pada kenyataannya 1 sak semen mortar lebih mahal dibanding 1 sak semen biasa, namun penggunaan semen mortar lebih praktis dan Anda pun tidak membutuhkan pasir. Bukannya ini cukup menghemat biaya Anda?

Kualitas Terjamin

Ini tentu harus menjadi pertimbangan yang sangat menggiurkan. Kualitas dari semen mortar sangat terjamin. Hal ini karena, semen mortar langsung diproses di pabrik dan harus melewati serangkaian tahap yang selalu diawasi tingkat tinggi. Bahan baku yang dipilih pun tentu yang terbaik di antara yang terbaik. Mesin dalam pengolahan semen mortar pun tidak sembarangan. Ini merupakan mesin khusus yang diciptakan untuk menghasilkan semen mortar yang berkualitas.

Tidak sulit disimpan dan rapi

Produk semen mortar telah disimpan dalam suatu sak yang sama. Hal ini membuat Anda dapat menyimpan semen ini lebih mudah. Masing-masing dari semen mortar tersebut tinggal diletakkan di atas suatu alas saja supaya tidak menyentuh tanah langsung. Lakukan penumpukan secara wajar supaya tidak menurunkan kualitasnya.

Selain kelebihan di atas, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, semen mortar lebih mahal. Selain itu pendistribusiannya pun kurang merata. Mungkin di daerah perkotaan, Anda bisa dengan mudah menemukannya. Akan tetapi jika ke daerah pedesaan, maka akan jarang sekali yang menjual semen ini.

Itulah beberapa perbedaan antara semen mortar dan semen biasa. Semoga bermanfaat.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.