Mencapit Untung dari Usaha Lobster: Mutiara

Gambar terkait

Sdr. Riswanto, Bawen, Jawa Tengah, tertarik untuk membudidayakan lobster air tawar. Sebab kata temannya, satu kilogram isi 10 lobster, harganya Rp 250.000,- Pertanyaannya, benarkah komoditas ini menjanjikan, bagaimana memulai, dan ke mana menjualnya?

Yang selama ini dicari restoran dan hotel bintang, adalah lobster air laut, yang bobotnya bisa lebih dari 1 kg. per ekor. Ada empat lobster air laut komersial, yakni 1 udang jaka, atau udang batu (Brown SL, red SL, Spiny lobster, Panulirus penicillatus); 2 udang jarak (Grey-blue, spotted legs SL. Panulirus polyphagus); 3 udang bunga, atau raja udang, White spotted red/brown SL. Panulirus longicep); dan 4 udang barong, atau udang karang (Spiny lobsters, Panulirus versicolor, Latreille, 1804).

Harga lobster air laut (hidup), memang menggapai ratusan ribu rupiah per kilogram. Selama ini lobster air laut, masih berasal dari alam. Beberapa nelayan, sudah mulai menangkap anakan lobster, untuk dibesarkan di keramba. Sementara induknya, senantiasa dibiarkan, supaya satwa ini tidak punah. Karena tingginya harga lobster air laut, maka tersedia orang yang pakai ketidaktahuan masyarakat, bersama dengan memopulerkan lobster air tawar.
Lobster air tawar adalah udang hias, untuk pajangan di akuarium. Sebab ukuran lobster ini maksimal hanya 1 ons, itupun sehabis dipelihara lebih kurang 7 bulan hingga bersama dengan 1 tahun. Sebab perkembangan lobster air tawar memang benar-benar lamban. Ada lebih dari satu lobster air tawar, antara lain marron (Cherax tenuimanus); si penghancur (Cherax destructor); lobster merah (Procambarus clarkii); dan tasmania raksasa (Astacopsis gouldi).

Meskipun lobster air tawar adalah udang hias, ia senantiasa bisa dikonsumsi sebagaimana halnya udang biasa. Namun budidaya lobster air tawar untuk udang konsumsi, mengetahui tidak efisien, dibanding bersama dengan udang air tawar, atau udang galah (giant river prawn, Macrobrachium resenbergii). Udang galah sudah bisa dipanen pada umur 5 – 6 bulan, bersama dengan bobot 25 – 30 ekor per kg, dan harga hidup Rp 40.000,- per kg. Budidaya udang galah, lebih untung dan rasional dibanding lobster air tawar.

Sama halnya bersama dengan cacing, dan jangkrik, yang dulu marak awal th. 2000an, lobster air tawar pun diisukan bisa mengakibatkan orang kaya mendadak. Padahal lobster air tawar yang Rp 250.000,- per kilo, adalah harga menjual para pemilik benih. Selain menjajakan benih, mereka ini juga mengakibatkan buku, minta diliput sarana massa, menyebar info di internet, mengakibatkan pelatihan, seminar, dan juga lain-lain kesibukan untuk menggapai keuntungan sebesar mungkin.

Beberapa restoran dan warung kakilima memang sudah mulai tersedia yang menghadirkan menu lobster air tawar, tetapi perkembangannya hampir tidak ada. Kalau kita menanyakan pasar riil ke pemilik benih, dan penyelenggara training lobster air tawar, maka jawabnya tidak dulu bisa tegas. Kalau bisnis ini memang benar-benar menjanjikan keuntungan, dikarenakan banyaknya permintaan, pas pasokan kurang, harusnya para penampung bersedia mengakibatkan kontrak pembelian, bersama dengan duwit muka.
Yang berlangsung selama ini, rayuan lebih banyak mampir dari pemilik benih, penyedia pakan, dan peralatan, dan juga penyelenggara pelatihan. Tidak dulu tersedia penampung produk, yang bertanya-tanya, siapa punyai lobster air tawar, aku bakal membelinya, dan mari kita teken kontrak, ini duwit mukanya. Kalau ini terjadi, silahkan ramai-ramai membudidayakan komoditas ini

Harga benih lobster mutiara pas ini menggapai Rp20.000/ekor, tetapi benih lobster pasir Rp17.000/ekor.

Berbeda bersama dengan bersama dengan keadaan pada 2007, harganya hanya Rp3.000 hingga Rp5.000/ekor ukuran panjang tiga centimeter.

Satu orang nelayan paling sedikit bisa menjajakan 20 benih lobster hasil tangkapannya di di dalam satu hari.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.