Pembicaraan Hangat di Kontraktor Kubah Masjid Enamel Brebes Jawa Tengah

Pembicaraan Hangat di Kontraktor Kubah Masjid Enamel Brebes Jawa Tengah

Pembicaraan Hangat di Kontraktor Kubah Masjid Enamel Brebes Jawa Tengah

Kebiasaan orang banyak jika sudah berkumpul bersama sama pastilah tidak jauh dari yang mananya ngobrol. Dan kalau sudah ngobrol pasti akan banyak yang dibahas hingga bisa bisa tidak mengenal waktu. Seperti tadi siang saat ada di Kontraktor Kubah Masjid Enamel. Banyak warga yang kebetulan usai melaksanakan sholat dzuhur saling berbicara pengalaman yang pernah dialami.
Seperti umum, warga Desa Karangbale Kecamatan Larangan Kabupate Brebes Jawa Tengah Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Desa itu senantiasa penuh jamaah waktu salat magrib. Dari mulai yang tua, muda sampai anak-anak salat berjamaah di Kontraktor Kubah Masjid Enamel Desa Karangbale. Bukan sekedar sebatas satu shaf namun nyaris penuh senantiasa. Aktivitas ini begitu lumrah dikerjakan maka dari itu orang-orang di sana populer dengan keramahannya, hingga akan tidak buat jemu siapun tinggal di sana. Semuanya warganya mengetahui begitu baik keduanya.

Ada budaya yang begitu menempel di desa yang sebagian besar orang-orangnya petani ini, yaitu terlibat perbincangan – bincan di pelataran Kontraktor Kubah Masjid Enamel selesai salat magrib. Sembari menanti salat isyak pastinya mereka meluangkan mengobrol keduanya, banyak yang dibicarakan dari mulai yang remeh hingga hal yang begitu perlu,. Coontohnya aktivitas Kontraktor Kubah Masjid Enamel di sana supaya tambah baik sekali lagi seperti apa. Dalang dari pembicaraan itu senantiasa si Sulton, rajanya menceritakan dari yang dibuat-buat hingga yang beneran ada, namun umumnya dibuat-buat sich, cuma imajinasinya Sulton atau Gentong demikian rekan-rekan kami menyebutnya.

Gentong bercerita waktu dia tengah asik membuka-buka ponsel androidnya dia temukan satu video yang memilukan yang di berbagi di sosial media. Waktu itu, dia lihat ada pasangan muda mudi yang dihukum oleh orang-orang yang tuturnya tak tahu di daerah mana karna tak ada keterangannya. Muda mudi itu, lanjut Gentong, tuturnya tengah lakukan hal yg tidak pantas di dalam Kontraktor Kubah Masjid Enamel. Jadi warga yang telah gregeten segera menangkap keduanya serta dipamerkan dimuka warga banyak. Si lelaki semuanya tubuhnya diikat dengan raffia sembari selalu dihajar gunakan sandal hingga sepatu mereka, serta si cewek cuma dapat menangis sesenggukan.

Awal cerita itu buat kita yang masih tetap belasan th. turut tertarik serta selalu mengintrogasi si Gentong supaya dapat mencarikan sumber yang valid, karna begitu kasian dengan si muda mudi itu. Ada pula si Rizal yang sok nasionalis itu nyeletuk dari mulutnya, tersebut generasi muda bangsa kita, kita mesti dengan sama mengamankan negara ini. Tuturnya itu segera buat kami tertawa terbahak-bahak karna Rizal berkata sembari mengangkat tangannya serta membusungkan dadannya seperti seseorang Presiden saja. Walau cukup lama pembicaraan itu, buat kita lupa telah waktunya adzan Isyak serta si Fahmi segera pergi kedalam Kontraktor Kubah Masjid Enamel ambil mikrofon untuk mengumandangkan adzan.

Semua segera berhamburan menuju tempat wudhu serta narasi itu barusan berlanjut dilain saat. Demikian janji Gentong yang tuturnya masih tetap miliki banyak narasi sekali lagi yang belum juga dia lontarkan pada beberapa rekannya itu. Karna, semua telah berkumpul, Pak Muhlisin ambil tempat imam untuk melakukan salat isyak berjamaah. Sesudah salat berjamaah semuanya mesti kembali kerumah semasing karna malam telah mulai larut.

Leave a Reply