Review Novel Dilan 1990 – Dia Adalah Dilanku

Waktu sudah menunjukan jan 10 malam, ingin tidur tapi ko rasanya mata masih sulit untuk terpejam, bingung mau ngapain, tadinya mau menyeduk secangkir kopi hitam tanpa gula tapi diurungkan takut malah jadi susah tidur.

Detik waktu semakin berjalan, rasa gelisah tanpa arah dan tujuan yang pasti, kalau kamu ada diposisiku pasti kamu juga akan merasakan hal yang sama.

Tiba-tiba pikiran tentang DILAN datang, yah…film dilan yang sampai saat ini belum sempat aku tonton membuatku menjadi penasaran untuk mengetahui kisahnya, buku DILAN – dia adalah dilanku kubeli dari toko online dan sudah ada di rak buku.

dilan 1990

Belum sempat dibaca, tapi kenapa tidak kubaca saja buku itu. untuk menghilangkan rasa penasaranku akan kisah Milea dan Dilan yang sudah ditonton lebih dari 5 juta orang, termasuk Pak Jokowi Prsiden Indonesia.

Akhirnya kubuka lembaran demi lembaran. Kubaca berharap akan ngantuk dan tertidur, dan mulailah kisah itu kubaca.

Kisah seorang gadis bernama Milea, seorang istri dan ibu dari seorang anak. yang menceritakan kisah cinta masa SMA nya saat ia tinggal di Bandung.

Cerita yang kuharap hanya seperti kisah cinta biasa, ternyata ada yang tidak biasa. Yakni karakter lawan mainnya yang bernama Dilan. Dilan yang sering dibanding-bandingkan dengan Rangga dalam Ada Apa Dengan Cinta. Rangga yang fenomenal dengan gaya bicara yang puitis karena gemar membaca puisi dan karya sastra dari sastrawan ternama di Indonesia.

Kisahnya semakin dalam kuselami, melihat sosok Dilan yang sudah kutahu wajah dalam filmnya. memang begini kalau baca novel tapi sudah keburu melihat karaternya daam film, jadi tidak bisa membayangkan karakternya dari imaginasi kita sendiri.

Memang karakter Dilan dan Rangga sama-sama suka baca puisi dan karya sastra, tapi karakter keduanya sangat berbeda jauh, baik dalam menarik perhatian kekasihnya maupun dalam bertutur kata.

Karakter Dilan yang terliahat seperti anak Bandel dengan bahasa bicara yang kaku, dan suka gombal (ala Dilan) ke Milea. Tapi tetap terbentuk karakter layaknya anak muda yang masih suka bercanda dan dekat dengan bundanya.

Akhirnya lembaran terakhir dibaca sudah, waktu sudah menunjukan jam 1 pagi. Saya tidak jadi ketiduran karena asik menyelami kisah Milea yang mengenang masa berkenalan hingga menjalin kasih dengan Dilan. Setelah selesai baca kucari air putih di dapur, kuminum lalu kurebahkan tubuhku di atas kasur.

Kupaksakan memejamkan mata hingga akhirnya sudah masuk ke alam mimpi.

Selamat malam z.z

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.